Bisnis Online hakikat sebuah doa | Alief Education

Senin, 10 Januari 2011

hakikat sebuah doa

Tak ada kata seindah doa, itu kata-kata yang sering kita dengar dari mulut orang-orang bijak,. mungkin kalau kita bisa menelaah secara lebih detail kata-kata tersebut bisa kita dapati arti dari sebuah doa,  dan kenapa doa itu drajatnya lebih luhur dari pada kata-kata selain doa, dan seberapa berat bobot sebuah doa itu,
doa  دعاءٌ isim masdar dari fi'il madi دعي pangilan (bisa perintah, bisa pertolongan bisa pengharapan) kata-lalu kita coba beadakan antara hubungan antar sesama makhluk, makhluk dengan sang khaliq, sang khaliq kepada makhluq.
kita contohkan dengan seorang anak yang mau meminta sesuatu kepada orang tuanya, sang anak cukup mengatakan dengan kata-kata "pa beliin aku sepeda motor....!!!" dengan cuma kata-kata seperti itu apakah sang ayah akan langsung memenuhi permintaan sang anak?__belum tentu kan mungkin malah akan di lempar sepatu sama ayahnya," dasar anak kurang ajar... ga sopan.."_
lalu apa hubungannya kejadian tersebut dengan sebuah doa?, sebenarnya hakikat sebua doa adalah sebuah permintaan dari sang peminta kepada sang pemberi dengan harapan bisa terpenuhi atas apa yang ia harapkan, atas apa yang ia inginkan dengan ketentuan atau dengan syarat-syarat, ataupun tidak. lalu perkara yang dapat membedakan adalah kedudukan dimana sang Da'i itu berada.
jika kita lihat dari hukum nas bungan antar makhluk. Kita dapat mengetahui sebagai berikut :
  1. Jika perintah tersebut datang dari Kholiq kepada sang makhluk itu dinamakan perintah atau wahyu sedangkan wahyu atau perintah yang diturunkan dari sang kholiq itu hanya di tujukan kepada manusia yang benar-benar suci (Nabi atau utusan atau wali) melalui perantara malaikat. untuk disampaikan kepada seluruh makhluk
  2. jika perintah tersebut datang dari sang makhluk kepada sang kholiq itu dinamakan dengan do'a , yang di panjatkan dengan rasa penuh tawadu' dan (andap asor) hanya untuk mengharap setetes balas kasih, dengan harapan terkabulnya do'a tersebut.
nah,..  yang jadi masalah sekarang adalah bagaimana agar doa kita semua bisa terdengar oleh sang kholiqdan bisa terkabul.
kita bisa mengibaratkan dengan kehidupan kita dalam sehari-hari. kita contohkan begini, sebuah contoh, jika anda ingin menemui katakanlah sebuah orang ternama dan terhormat bupati, menteri, atau bahkan seorang presiden sekaligus. kita tidak bisa kan bagiru saja langsung bertemu dengan presiden dan mengatakan langsung apa yang yang ingin anda sampaikan kepada bapak presiden, bukan begitu,. semua harus melalui perosedur,
jadi tata cara kita berdoa jika ingin doa kita dapat di dengar yaitu kita harus  menyertakan dan ikut mendoakan makhluk-makhluk yang dengan dengan sang kholiq, seperti halnya dalam kita memanjatkan sebuah doa kita yang pertama yang harus kita lakukan adalah memuja (ngalem) dengan kata-kata bekesaran tuhan sperti asmaul khusna, terus jangan lupa juga memanjatkan sholawat kepada Nabi karena manusia yang paling dekat dengan tuhan adalah nabi, maka lewat perantara doa nabi, kita berharap doa kita bisa tembus 'arsy
ada suatu maqola.. barang siapa berdoa tanpa membaca sholawat atas nabi maka doa tersebut tidak akan qobul
itu ada benarnya juga, dan itu memang benar,, kita sebagai manusia biasa yang tidak mempunyai keistimewaan dihadapanNYA tidak mungkin hanya dengan mengandalkan doa kita saja tanpa terlebih dahulu kita panjatkan doa-doa kepada para kekasihNYA doa kita dapat langsung terkabul, jadi dengan kita berdoa dengan meninggikan hrasa tawadu kita terhadap tuhan YME dan dengan diiringi panjatan doa kepada sang kekasihNYA kita berharap doa kita terkabul.
alkhsil..
tata cara kita berdoa dapat kita simpulkan sebagai berikut :
  1. bersihkan hati kita dari rasa kufur, terlebih dahulu kita bersuci
  2. sebelum kita memanjatkan doa kita, kita terlebih dahulu membaca sholawat atas nabi
  3. memuja (ngalem) dengan kata-kata yang indah sprt asmaul khusna, dan ayat-ayat suci
  4. doakan juga para alim ulama yang di kasihi Allah SWT
  5. tidajk lupa juga doakan kedua orang tua , karena doa orang tua kepada anak itu sangat mustajab apalagi doa ibu kita
  6. setelah itu barulah kita panjatkan doa kita 
dengan tata cara seperti itu insya allah doa kita akan terdengar oleh Allah SWT dan bisa terkabul. Amin...