sekian lama ane fakum ngeblog mungkin karena sibuk kegiatan offline sampai saat ini baru sempet buka-buka acount lagi,
kesempatan kali ini ane mau sedikit tukar pengalaman tukar ilmu
seperti judul postingan ini benarkah ada sebuah batas2 dari sebuah kesabaran? ,
sabar as-sobru yang artinya:
Sabar dalam bahasa berarti mengurung dan meletakkan jiwa dalam keterbatasan dan kesempitan.[Wasithi, Zabidi, Muhibbuddin Sayid Muhammad Murtadha, Tâj al-‘Arus min Jawâhir al-Qâmus, Riset dan edit oleh Shiri, Ali, jil. 7, hal. 71, Darul Fikr lil Thaba’ah wa al-Nashr wa al-Tawzi’, Beirut, Cetakan Pertama, 1414 H; Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad, al-Mufradât fi Gharib al-Qur’ân, Riset oleh Dawudi, Shafwan Adnan, hal. 474, Dar al-Qalam, al-Dar al-Syamiyah, Damaskus, Beirut, Cetakan Pertama, 1412 H; Ibnu Manzhur, Muhammad bin Mukram, Lisân al-‘Arab, Riset dan edit oleh Ahmad Faris, jil. 4, hal. 438, Darul Fikr lil Thaba’ah wa Al-Nashr wa Al-Tawzi’, Dar Shadir, Beirut, Cetakan Ketiga, 1414 H.Q.] Begitu pula sabar memiliki arti menahan diri dari menunjukkan kepanikan dan ketidaktenangan.[Jauhari, Ismail bin Hamad, al-Shihâh (Tâj al-Lughah wa Shihâh al-‘Arabiyah), muhaqiq dan mushahih: Aththar, Ahmad Abdul Ghafur, jil. 2, hal. 706, Darul ‘ilm lil Malayin, Beirut, Cetakan Pertama, 1410 H; Thuraihi, Fakhruddin, Majma’ al-Bahrain, Riset oleh Husaini, Sayid Ahmad, jil. 3, hal. 358, Kitab Forusyi Morthadawi, Teheran, Cetakan Ketiga, 1375 S.]
Dalam ilmu Akhlak, tentang kesabaran banyak makna yang dijelaskan:
- Sabar adalah mendorong diri untuk melakukan amal perbuatan yang dituntut oleh akal dan syariat dan mencegah diri dari melakukan amal perbuatan yang dilarang akal serta syariat.
- Sabar yakni ketenangan diri dan jiwa saat tertimpa kesulitan dan musibah, kekuatan dan ketegaran dalam menghadapinya, tetap merasa bahagia sebagaimana sebelum kejadian pahit tersebut terjadi, menjaga lidah dari mengeluh dan anggota tubuh lainnya dari melakukan perbuatan yang tidak patut
akan tetapi sebaliknya orang yang kurang atau bahkan tidak bertaqwa akan hilang kesabarannya krtika ditimpa sedikit bencana atau sebuah cobaan
lalu kesimpualan nya adalah seberapa besar kesabaran seseorang adalah seberapa besar pula tingkat ketaqwaannya __ kita tidak bisa mengukur tingkat kadar kesabaran seseorang, melainkan hanya pribadi kita masing2 lah yang dapat menilai tingkat kesabaran kita , semakin kita bertaqwa maka semakin besar pula tingkat kesabarasn kita
ketika seseorang beriman maka niscaya ia bertaqwa, ketika seseorang bertaqwa maka niscaya ia adalah orang yang bersabar "karana itu kesabaran adalah sebagian dari iman "
wallahu 'alam .,.,







