Laa tahzan ( jangan bersedih ) -Laa Tahzan--
Saya
tak hendak melontarkan keluhan-keluhan
Kini dengan pikiran jernih saya ingin berpendapat untuk menjawab keegoisan perasaan saya
Saya tak hendak mencurahkan
tekanan-tekanan Saya hanya hendak meminta... Beri saya sedikit
ruang waktu untuk menyelesaikan karya-karyaku,
...Sebenarnya,
sejak dulu, itulah impian-impian saya
Ketika saya menemukan semangat
untuk menunaikan karya-karya itu...
Dengan sekejap semangat itu lepas
dari saya, Kenapa ???
Karena terbentur oleh --yang kata aktivis2 itu
menyebutnya-- amanah
Demi Allah !!! saya tak hendak menyalahkan
Karena
seperti itulah kehidupan
Ada saatnya kita "mengorbankan"
Jujur,
saat menulis ini 'bulir-bulir' itu sudah ingin terjun ke pipi
Tidak,
saya bukannya cengeng
Tapi itulah perasaan
Astaghfirullah...perasaan
yang melibatkan emosi
Dan itu tidak baik bagi diri
Kini dengan pikiran jernih saya ingin berpendapat untuk menjawab keegoisan perasaan saya
"Di depan penglihatanmu ada banyak
pilihan-pilihan, ada banyak keinginan-keinginan. Tentu dirimu akan
memilih keinginan yang sekiranya baik untuk pribadimu. Apakah kau sudah
sadari bahwa baik menurutmu belum tentu baik menurut Robbmu???. Saat kau
sudah memahami hal itu., maka aku percaya engkau mampu menyikapi suatu
keputusan yang berat menurutmu, suatu keputusan yang sepihak menurutmu.
Karena di atas keputusan-keputusan itu ada Robbmu. Maha suci Allah yang
telah merencanakan jalan hidupmu.KehendakNya adalah terbaik untuk semua.
Subhanallah...Maha Suci Allah Pencipta Semesta...
"Tersenyumlah pribadiku, tersenyumlah dengan
setulus-tulusnya
Hilangkan gumpalan-gumpalan
kesedihan itu dari hatimu, dari matamu, dari ucapanmu, dari
sikap-sikapmu Bukankah sabar itu nikmat, Keputusan- keputusan yang kini sedang engkau hadapi
wahai pribadiku...sekiranya itu adalah yang terbaik menurut Rabbul
'izzati , tentu akan mampu kau capai. Berusahalah
pribadiku...bersabarlah..."
"Hasbunallahu
wa ni'mal wakil--ni'mal maula wa ni'man nashir"
Laa Tahzan, Buku terlaris di timur tengah pada abad ini __buku karya
Judul Asli: La Tahzan
Penulis: DR. 'Aidh al-Qarni
Sejak pertama kali diterbitkan, 2001, (Dar Ibnu Hazm: Beirut), bukuini bertahan selama dua tahun sebagai buku terlaris. Untuk cetakan pertama,
dalam kurang waktu sebulan sudah habis terjual. Antusiasme yang sama juga
diberikan kepada cetakan kedua hingga kesembilan. Namun mulai cetakan
ketiga, hak cetaknya diambil alih oleh sebuah pustaka besar di Riyadh,
Alobeikan.
Dan penting untuk diketahui, DR. Aidh al-Qarni adalah penulis paling produktif di Saudi Arabia saat ini.
silakan download link di bawah
Laa Tahzan ( jangan Bersedih )
takbir cinta Zahrana
Matanya berkaca-kaca. Kalau tidak ada kekuatan iman dalam dada ia mungkin telah memilih sirna dari dunia. Ujian yang ia derita sangat berbeda dengan orangorang seusianya. Banyak yang memandangnya sukses. Hidup berkecukupan. Punya pekerjaan yang terhormat dan bisa dibanggakan. Bagaimana tidak, ia mampu meraih gelar master teknik dari sebuah institut teknologi paling bergengsi di negeri ini. Dan kini ia dipercaya duduk dalam jajaran pengajar tetap di universitas swasta terkemuka di ibukota Propinsi Jawa Tengah: Semarang. pengen tahu cerita selanjutnya ,.,.., ( penasaran kan??><,.,.m,,mm,???) G sah khawatir Q sediain link_nya ko,.,. _silahkan di download j Takbir cinta Zaharana
KEHIDUPAN
Engkau dibisiki bahawa hidup adalah kegelapan Dan dengan penuh ketakutan Engkau sebarkan apa yang telah dituturkan padamu penuh kebimbangan Kuwartakan padamu bahawa hidup adalah kegelapan jika tidak diselimuti oleh kehendak Dan segala kehendak akan buta bila tidak diselimuti pengetahuan Dan segala macam pengetahuan akan kosong bila tidak diiringi kerja Dan segala kerja hanyalah kehampaan kecuali disertai cinta Maka bila engkau bekerja dengan cinta Engkau sesungguhnya tengah menambatkan dirimu Dengan wujudnya kamu, wujud manusia lain Dan wujud Tuhan. Khalil Gibran
bagi yang suka puisi-puisi kahlil gibran boleh download link di bawah ini
GRATIS Setelah Kau Menikahiku
Puspita tak percaya pada lembaga pernikahan, namun tantangan Idan untuk
membuktikannya tak bisa ditolak. Maka mereka pun melakukan simulasi pernikahan. ku sungguh-sungguh tidak mengerti kenapa orang harus menikah,” gerutuku. Idan tertawa. “Ibumu menanyakan calonmu lagi?” Aku mengangguk cemberut. “Apa jawaban mu kali ini?” godanya. “Aku tidak menjawab. Aku langsung meninggalkan ruang makan dan masuk ke kamar.” Idan terbahak. “Kau kekanak-kanakan,” katanya. “Habis jawaban apalagi yang mesti kuberikan, Dan? Aku sudah kehabisan alasan, kehabisan stok bohong. Dan ibuku malah makin gencar menteror.” Idan tersenyum. “Kau benar-benar seperti anak-anak. Kalau kau jadi ibumu, apa kau tidak akan blingsatan kalau anakmu belum juga menikah pada usia tiga puluh tiga.” “Aku akan sangat gembira kalau anakku tidak menikah seumur hidupnya,” komentarku. Alis Idan terangkat. “Kenapa?” “Pernikahan hanya memperumit hidup perempuan.” “Pernikahan juga membuat hidup laki-laki lebih sulit.” “Persis!” potongku. “Untuk apa menikah kalau yang kita dapat hanya kesulitan?” “Mungkin karena kesulitan itu hanya efek sampingnya, sementara keuntungannya lebih banyak?” “Sok tahu,” cibirku. “Kau sendiri belum menikah. Apa yang kau tahu tentang keuntungan menikah.” “Aku sudah cukup banyak belajar, Pit. Umurku sendiri sudah tiga puluh lima, kebanyakan teman-temanku sudah berkeluarga.” “Tapi kau tidak! Akui sajalah. Kau setuju kan kalau hidup sudah cukup pelik tanpa perlu lagi menikah?” Idan tersenyum. “Ya, memang.” “Lebih enak hidup seperti ini. Bebas!” “Setuju. Tapi ingat, aku bukan sama sekali tidak mau menikah, lho. Aku hanya masih menunggu calon yang pas.” Dan aku menghela nafas panjang. “Ah, ya. Calon.”
kalau penasaran download aja link di bawah ini
HATIKU MILIKMU
Semakin kuusir semakin ia hadir,
Semakin kulupakan, semakin ia membelenggu fikiran, Kusedar kini,
HATIKU MILIKMU
Biarpun jauh kularikan diri, Namun ia tetap melingkar di tangkai naluri…
SINOPSIS
Umar Al-Mujahid keliru. Hatinya direntap dua cinta berbeza. Sukar untuknya menilai kerana hakikat kedua-dua cinta itu indah di matanya. Antara cinta yang pasti dan tidak pasti, Umar Al-Mujahid akur pada situasi. Dia memilih cinta yang pasti berbalas daripada seorang gadis jelita. Kehadiran gadis itu benar-benar mengubat luka penantiannya. Dia tidak mahu lagi mengharap pada cinta yang tidak pasti daripada si dia yang dianggapnya tidak sudi. Umar sudah putus asa dengan cinta si dia. Namun, hatinya tak pernah mengerti. Bayangan si dia tetap juga menghantui. Tatkala dunia cinta pilihannya dilalui, suara imannya berbicara. Antara dua cinta yang dicari bukanlah segalanya… Hatinya terkesima pada cinta Allah dan Rasul yang mengajaknya kembali kepada tarbiyyah dan da’wah yang pernah dilalui. Cinta tarbiyyah dan da’wah, cinta yang cuba diusir daripada hidupnya kerana terlalu kecewa dengan cinta si dia yang tak berbalas. Baginya, tarbiyyah dan da’wah lah orang ketiga yang merampas cintanya. Namun, tarbiyyah dan da’wah tak pernah kecewa merebut cintanya. Cinta perjuangan itu memburunya saban waktu dengan perantaraan teman-teman tercinta, terutamanya yang sama-sama menuntut di Sekolah Taman Islam. Ruparupanya, cinta Allahlah yang berkuntum segar di sebalik cinta tarbiyyah dan da’wah. ‘’Hatiku milik siapa?’’ Umar Al-Mujahid terus mencari. Dia mengalami konflik diri kerana kurang persiapan hati untuk menempuh ranjau dan duri di universiti. Akhirnya, suara iman memberikan jawapan. Apakah dilema cinta yang dihadapi? Apakah rahsia dia boleh berinteraksi dengan imannya? Apakah kesudahan cinta Umar Al-Mujahid? Kepada siapa akhirnya diserahkan hatinya? Dan banyak lagi persolan yang tersimpul dalam episod hidup Umar Al-Mujahid. Rungkaian kepada persoalan-persoalan yang melingkari kisah ini akan membawa pembaca bertanya diri sendiri, ‘’Hatiku pula milik siapa?’’.
pengen tahu crintanya ?? klik link di bawah
Ketika Derita Mengabadikan Cinta
Sambil menatap ke kaki langit
Kukatakan padanya Di sana, di atas lautan pasir kita akan berbaring Dan tidur nyenyak sampai Subuh tiba Bukan kerana ketiadaan kata-kata Tetapi kerana kupu-kupa kelelahan Akan tidur di atas bibir kita Besok, oh cintaku, besok Kita akan bangun pagi sekali Dengan para pelaut dan perahu layar mereka Dan kita akan terbang bersama angin Seperti burung-burung |




